16/11/2011 16:54 | SEA Games 2011
Liputan6.com, Palembang: Para pecatur Indonesia gagal menyumbangkan medali di ajang SEA Games ke-26 dari tiga nomor yang telah selesai dipertandingkan.
Hingga babak kelima atau putaran terakhir nomor pasangan campuran yang berlangsung di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Rabu (16/11), pecatur GM Susanto Megaranto (2537) dan WGM Irene Kharisma Sukandar (2350) hanya menempati posisi keempat di bawah pasangan campuran asal Vietnam, GM Dao Thien Hai (2505) dan WGM Nguyen Thi Thanh An (2300). Dengan demikian, medali emas jatuh ke pasangan campuran Vietnam, yang secara keseluruhan mengumpulkan nilai 8,5 angka kemenangan. Perak diraih Filipina lewat GM Oliver Barbosa (2571) dan WIM Chaterine Perena (2083). Sementara medali perunggu direbut pasangan Malaysia, IM Lim Yee-Weng (2253) dan WFM Nur Najiha Hisham (1867).
Di nomor catur ASEAN, Taufik Halay hanya berhasil menempati posisi keempat. Pada nomor ini, medali emas direbut pecatur Thailand Kongsee Uaychai. Medali perak dan perunggu digondol pecatur Myanmar Wynn Zaw Htun dan Nguyen Huynh Minh Huy.
Di nomor catur buta, tim Indonesia juga gagal meraih medali dan hanya menduduki posisi keempat.
Menyikapi kondisi ini, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem mengatakan bahwa kekalahan pecatur Tanah Air lebih karena mereka terbebani oleh target.
"Anak-anak terbebani target. Susanto dan Irene, misalnya, dibebani target meraih medali emas sekaligus menjadi pecatur unggulan di nomor pasangan campuran. Target itu justru menjadi bumerang bagi mereka," ujar dia.
Harapan meraih medali emas di cabang catur masih ada melalui enam nomor lain yang baru akan dipertandingkan Kamis (17/11). (ANT/Vin)
Hingga babak kelima atau putaran terakhir nomor pasangan campuran yang berlangsung di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Rabu (16/11), pecatur GM Susanto Megaranto (2537) dan WGM Irene Kharisma Sukandar (2350) hanya menempati posisi keempat di bawah pasangan campuran asal Vietnam, GM Dao Thien Hai (2505) dan WGM Nguyen Thi Thanh An (2300). Dengan demikian, medali emas jatuh ke pasangan campuran Vietnam, yang secara keseluruhan mengumpulkan nilai 8,5 angka kemenangan. Perak diraih Filipina lewat GM Oliver Barbosa (2571) dan WIM Chaterine Perena (2083). Sementara medali perunggu direbut pasangan Malaysia, IM Lim Yee-Weng (2253) dan WFM Nur Najiha Hisham (1867).
Di nomor catur ASEAN, Taufik Halay hanya berhasil menempati posisi keempat. Pada nomor ini, medali emas direbut pecatur Thailand Kongsee Uaychai. Medali perak dan perunggu digondol pecatur Myanmar Wynn Zaw Htun dan Nguyen Huynh Minh Huy.
Di nomor catur buta, tim Indonesia juga gagal meraih medali dan hanya menduduki posisi keempat.
Menyikapi kondisi ini, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem mengatakan bahwa kekalahan pecatur Tanah Air lebih karena mereka terbebani oleh target.
"Anak-anak terbebani target. Susanto dan Irene, misalnya, dibebani target meraih medali emas sekaligus menjadi pecatur unggulan di nomor pasangan campuran. Target itu justru menjadi bumerang bagi mereka," ujar dia.
Harapan meraih medali emas di cabang catur masih ada melalui enam nomor lain yang baru akan dipertandingkan Kamis (17/11). (ANT/Vin)
No comments:
Post a Comment